INDONESIAN MARTIAL ARTS

INDONESIAN MARTIAL ARTS

Some parts of the archipelagic realm that are today Indonesia was the scene of warfare among the native populace for much of its long history, and the people of the region naturally developed effective methods of combat and self-defense.

Indonesia has been a major hub of Southeast Asian martial arts for centuries. The history dates back to the reign of Sriwijaya and the Majapahit empire which unites most of the Southeast Asian kingdoms under its wing, Nusantara.

Indonesian martial arts include a variety of fighting systems native to or developed in the archipelago of Indonesia, both the age-old traditional arts and the more recently developed hybrid combative. Other than physical training, they often include spiritual aspects to cultivate inner strength, inner peace and higher psychological ends.

Today, Indonesian fighting styles are synonymous with Pencak Silat, a term coined for the martial arts of the Indonesian archipelago. Nevertheless, some of the fighting arts in Indonesia are not included within the category of Silat. Western misconception links Silat with ‘jungle tribes’ but in actuality, Pencak Silat was neither created nor traditionally practiced by Indonesia’s tribal inhabitants, many of whom have unique martial arts of their own.

Sources: from many sources

SENI BELA DIRI INDONESIA

Beberapa bagian dari wilayah kepulauan yang sekarang ini Indonesia adalah tempat peperangan di antara penduduk asli untuk sebagian besar sejarahnya yang panjang, dan orang-orang di wilayah tersebut secara alami mengembangkan metode pertempuran dan pertahanan diri yang efektif.

Indonesia telah menjadi pusat utama seni bela diri Asia Tenggara selama berabad-abad. Sejarahnya dimulai pada masa pemerintahan Sriwijaya dan kerajaan Majapahit yang menyatukan sebagian besar kerajaan Asia Tenggara di bawah sayapnya, Nusantara.

Seni bela diri Indonesia mencakup berbagai sistem pertarungan yang berasal atau dikembangkan di nusantara Indonesia, baik seni tradisional kuno maupun pertarungan hibrida yang baru-baru ini dikembangkan. Selain pelatihan fisik, mereka sering memasukkan aspek spiritual untuk menumbuhkan kekuatan batin, kedamaian batin dan tujuan psikologis yang lebih tinggi.

Saat ini, gaya bertarung orang Indonesia identik dengan Pencak Silat, istilah yang diciptakan untuk seni bela diri nusantara. Namun demikian, beberapa seni tarung di Indonesia tidak termasuk dalam kategori silat. Kesalahpahaman Barat mengaitkan Silat dengan ‘suku hutan’ tetapi pada kenyataannya, Pencak Silat tidak diciptakan atau dipraktikkan secara tradisional oleh penduduk suku Indonesia, banyak dari mereka memiliki seni bela diri yang unik.

Sumber: dari berbagai sumber

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *